<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Propaganda on Jurnalisme Global</title><link>https://jurnalismeglobal.com/tags/propaganda/</link><description>Recent content in Propaganda on Jurnalisme Global</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sun, 12 Oct 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://jurnalismeglobal.com/tags/propaganda/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Melawan Infodemik: Jurnalis di Garis Depan Perang Informasi</title><link>https://jurnalismeglobal.com/posts/journalist-fact-checking/</link><pubDate>Sun, 12 Oct 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://jurnalismeglobal.com/posts/journalist-fact-checking/</guid><description>&lt;p&gt;Rompi antipeluru, helm balistik, dan kamera—selama puluhan tahun, inilah perlengkapan standar bagi seorang jurnalis perang. Misi mereka jelas: pergi ke zona konflik, menjadi saksi mata, dan melaporkan kebenaran dari garis depan. Namun, di medan perang abad ke-21, musuh yang paling berbahaya seringkali tidak terlihat. Ia tidak datang dalam bentuk peluru atau mortir, melainkan dalam bentuk kebohongan yang diproduksi secara massal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selamat datang di era infodemik, di mana setiap konflik bersenjata kini diiringi oleh perang informasi yang sama sengitnya. Jurnalis perang modern kini bertempur di dua front sekaligus. Di satu sisi, mereka menghadapi risiko fisik di lapangan. Di sisi lain, mereka harus melawan tsunami disinformasi, propaganda canggih, dan narasi palsu yang dirancang secara sistematis untuk mengaburkan kebenaran dan memanipulasi opini publik global.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>